Meriah! Inilah Semarak Tarhib Ramadan oleh Siswa-Siswi SMP IT Mutiara Hati Semarang Penuhi Jalanan dan Kampus
SEMARANG — SMP IT Mutiara Hati Semarang meramaikan Tarhib Ramadan pada Senin (16/2) di area kelurahan Sekaran hingga Universitas Negeri Semarang atau kampus yang akrab disapa UNNES ini.
Mulai dari keberangkatan di titik kumpul, yaitu Masjid Ulul Albab UNNES, para murid dengan antusias menggunakan pakaian terbaik mereka untuk dapat mengikuti Tarhib Ramadan tahun 1447 Hijriyah ini.
Dipandu oleh Ustaz Ibnu Khoirul, rombongan SMP bergerak dari Masjid Ulul Albab UNNES dengan membawa kreasi gambar mereka dan membawa selebaran tentang profil sekolah. Dengan harapan, animo masyarakat terhadap perkembangan dan kontinuitas Sekolah Islam Terpadu ini meningkat.
Sesampainya di gerbang utama UNNES, para siswa menyaksikan puisi yang disampaikan oleh Alya Jazmina Putri dari kelas 8, dengan narator Zahra Aulia Shafira dari kelas 7, fashion show Walisongo cosplayers oleh siswa kelas 9, di antaranya ada: Naufal Azzam Harbi sebagai Sunan Gresik, Muhammad Daffa Ramadan sebagai Sunan Ampel, Alifian Ridho Ikhbar sebagai Sunan Giri, Mu'adz Dhiyaulhaq sebagai Sunan Drajat, Saifullah Ahmad Muammar sebagai Sunan Kudus, Al Hafizh Auliya Ibrahim sebagai Sunan Kalijaga, Sinar Kasian Brantas sebagai Sunan Bonang, Vindo Putra Naqito sebagai Sunan Gunung Jati, dan Emeralvan Naufal Wijaya sebagai Sunan Muria.
Kemudian diramaikan oleh teatrikal Ramadan yang diramaikan oleh M. Leonel Xavi, Ahmad Adlan Dhiyaurrahman, Raditya Galuh Sindunata, Maulana Ihsan Erlangga, Javas Alabiyyu Wibawa, Haidar Sulthan Zahy, R. Muhammad Islam, Abdullah Hanif, Muhammad Fahdil, Ananda Naufal Aqila, Adam Jafis Al Hanif, Aaqila Habiburrahman, Ahmad Fabian Akbar, Rangga Alfiano, dan M. Hamzah Althaf.
Sebelum ditutup, Ustaz Muhamad Ridwan selaku kepala sekolah menyampaikan pesan agar di bulan Ramadan selalu dapat memberikan dan mendapatkan kesan yang terbaik. Di bulan suci lagi mulia penuh ampunan ini, banyak amalan yang bisa dilakukan baik individu maupun jama'i. Harapannya, apa yang dilakukan di bulan ini dan seterusnya semoga banyak memberikan kebaikan dan kebermanfaatan untuk jiwa dan umat.
Tarhib secara etimologi berasal dari kata Rahhaba-Yurahhibu-Tarhiiban رَحَّبَ – يُرَحِّبُ – تَرحِيبًا yang bermakna 'penyambutan', atau bisa diartikan juga dengan 'menyambut dengan gembira'. Tarhib Ramadan diharapkan membawa semangat baru untuk terus memperbaiki diri di Ramadan mendatang dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
Kontributor: Intan Bintang Wijaya
Editor: Tim Humas SMP IT Mutiara Hati Semarang