Murid SMP Didorong Jadi Pengusaha Muda Berkarakter, Begini Caranya
SMPIT Mutiara Hati Semarang menyelenggarakan kegiatan Life Skill BPI (Bina Pribadi Islam) bertema Creative Muslimpreneur pada Jumat, 30 Januari 2026 sebagai upaya membekali murid dengan keterampilan kewirausahaan sejak dini. Sekolah menyadari kebutuhan untuk mencetak pengusaha muda muslim tidak bisa dibentuk secara mendadak, tapi dengan mendengarkan pengalaman dan berani mencoba. Tak hanya menghasilkan peserta didik yang unggul dalam akademik, tetapi juga mencetak karakter dan keterampilan, salah satunya dalam bidang kewirausahaan.
Pada kegiatan Life Skill BPI edisi Tahun Ajaran 2025/2026 yang diselenggarakan di Aula Lantai 2 SMPIT Mutiara Hati Semarang, sekolah menghadirkan dua narasumber inspiratif yang telah berpengalaman di bidang kewirausahaan. Bapak Muhammad Abdul Wahid, selaku CEO PO Bus Pesona, membagikan wawasan dan pengalamannya dalam membangun usaha transportasi, termasuk pentingnya kerja keras, konsistensi, serta keberanian dalam mengambil peluang bisnis. Sementara itu, Ibu Intan Gusni Virgilia, owner Toko Cinta dan Kopi Brantas, memberikan motivasi kepada murid tentang proses merintis usaha dari nol, pentingnya kreativitas, serta menjaga nilai-nilai kejujuran dan karakter Islami dalam menjalankan bisnis. Kehadiran kedua narasumber tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi nyata serta gambaran langsung kepada murid mengenai dunia usaha dan tantangan yang dihadapi oleh seorang pengusaha.
Acara diawali dengan MC oleh Ustazah Saraswati dan dimoderatori oleh Ustaz Mukhlis, kemudian penyampaian materi pertama oleh Pak Wahid, Bapak CEO PO Bus Pesona dan pemilik kanal YouTube Mas Wahid yang diikuti sebanyak 1,3 juta pelanggan ini. Pak Wahid memulai sesinya dengan harapan dan doa supaya apa yang beliau sampaikan dimudahkan dan dapat memberikan manfaat. Selama pemaparannya, beliau juga menekankan bahwa kehidupan dan dunia usaha memiliki realitas yang terus berkembang dan menuntut kemampuan untuk mengikuti perubahan serta tren yang ada. Selain itu, beliau juga menegaskan pentingnya sikap konsisten, kerja keras, dan kesungguhan dalam berusaha agar dapat meraih hasil terbaik. Menurutnya, kesuksesan tidak dapat diraih hanya dengan harapan semata, melainkan melalui usaha nyata yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pada sesi materi kedua, Ibu Intan Gusni Virgilia selaku owner Toko Cinta dan Kopi Brantas menyampaikan kisah motivasi serta perjalanan minatnya dalam dunia usaha. Beliau menjelaskan bahwa Toko Cinta bergerak di bidang penyediaan aneka hadiah, seperti boneka, buket, dan seserahan, yang berangkat dari ketertarikannya terhadap dunia kreatif dan kerajinan. Melalui pemaparannya, Bu Virgilia juga memotivasi murid untuk berani mengembangkan minat dan hobi menjadi peluang usaha yang bernilai.
"Semua orang memang punya kesempatan, hanya orang yang berani mengambil action dan beruntung yang akan mendapatkannya. Tapi kita harus tetap ingat bahwa yang menjadikan keberhasilan kita semua hanya karena Allah", pungkas Bu Virgilia yang akrab disapa Bu Cinta itu.
Berangkat dari pemaparan kedua narasumber tersebut, para murid bersama panitia guru tampak antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan. Hal ini terlihat dari kesungguhan murid dalam menyimak dan mencatat materi, mengajukan pertanyaan, serta memberikan jawaban, yang turut diapresiasi melalui pemberian doorprize bagi para peserta aktif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, kreativitas, dan tanggung jawab dapat tertanam dalam diri murid sebagai bekal untuk menjadi wirausaha muslim yang berkarakter. Semoga kegiatan Life Skill BPI ini memberikan manfaat nyata bagi para murid serta mampu memperkuat mental dan semangat kewirausahaan mereka sejak dini.
Kontributor: Intan Bintang Wijaya
Editor: Tim Humas SMP IT Mutiara Hati Semarang