Ramadan Penuh Makna: Pesantren Ramadan dan MABIT Qur’an sebagai Ruang Tumbuh Iman
SEMARANG — Dalam rangka melatih diri dan menumbuhkan kasih sayang di bulan penuh rahmat, SMP IT Mutiara Hati Semarang tak bosan dalam mengemas syiar agama Islam dalam ragam kegiatan. Mulai dari Kamis–Ahad, 26 Februari–1 Maret 2026 di Masjid Salim Adz-Dziyab, komplek SMP IT Mutiara Hati Semarang.
Ada beberapa ragam kegiatan, di antaranya motivasi bersama syekh dari Palestina, sharing session dengan alumni, kajian quran, menonton film, khataman Al Qur'an, berbagi takjil, dan diakhiri dengan MABIT Quran. Para asatiz dan siswa mengikuti kegiatan dengan antusias sehingga kegiatan berjalan dengan lancar.
Dimulai dari hari Kamis, 26 Februari 2026, sekolah menghadirkan pembicara dari Palestina, yaitu, Osamah Anwar, seorang mahasiswa Universitas Islam Gaza, Munsyid, dan juga hafidz Qur'an. Dengan dipandu oleh moderator, Ustaz Mukhlis Abdullatif, Osamah menjelaskan tentang kondisi Palestina saat ini, juga sharing tentang bagaimana cara untuk mudah menghafal Al-Qur'an. Osamah juga melantunkan "Alamate Anak Soleh" dengan fasih, bersama sentuhan khas logat ala Timur Tengah berhasil memukau para murid yang menyimak dan mendengarkan.
Saat memasuki waktu asar, para murid pun bersiap untuk mengikuti salat Asar berjamaah dan juga membaca Al-Matsurat bersama yang dipimpin oleh Raden Muhammad Islam. Dilanjutkan dengan menonton film Iqro My Universe 1. Anak-anak pun dengan antusias menyimak dan menyampaikan apa yang didapatkan.
Pada hari Jumat, 27 Februari 2026, terlaksana khataman Al Qur'an dengan kelompok majelis quran yang telah ditentukan. Setiap anak dan guru pendamping mendapatkan juz untuk dibaca, kemudian doa khotmil quran yang dipimpin oleh Ustaz Ibnu. Setelah salat asar dan membaca Al-Matsurat bersama yang dipandu oleh Mu'adz Dhiyaulhaq, sharing session bersama para alumni SMP IT Mutiara Hati Semarang. Kegiatan ini dipandu oleh Ketua OSIS petahana, Alif Yunus Kenzie Arnawama dari angkatan 5.
Dihadiri oleh Najma Zhafira Majida (angkatan 1), Ungu Syairra Mahasyahda Anjunwa (angkatan 2), Ibrahim Ahmad Mursyidan (angkatan 2), dan Ja'far Rijalun Mufid (angkatan 3). Para alumni dengan senang hati membagikan pengalaman selama bersekolah di SMP IT Mutiara Hati dan juga memberikan testimonial sekolah mereka masing-masing dan kesan mereka. Para murid SMP IT Mutiara Hati juga ikut menyimak dengan bersemangat.
Kemudian pada da hari Sabtu–Ahad, dilanjutkan kegiatan MABIT Quran. Dalam kegiatan ini dimulai dengan kajian Quran bersama Ustaz Muhammad Ilyas Nurul Haq.
Dalam kajian bertema GEN Q (Generasi Quran), Ustaz Ilyas yang dimoderatori oleh Ustaz Farris Haidar Yahya menekankan pentingnya rasa syukur atas lingkungan Qurani di SMPIT Mutiara Hati yang mendukung interaksi intensif dengan Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadan sebagai momentum Nuzulul Qur’an. Ia mengajak siswa menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas hidup melalui tilawah, tadabbur, dan hafalan, serta membagikan kisah inspiratif penyandang disabilitas netra dari Mesir yang menjadi penghafal Al-Qur’an sebagai teladan keikhlasan. Ustaz Ilyas juga menyampaikan tips menghadapi kesulitan menghafal dengan husnuzhon dan doa, seraya mengingatkan bahwa Al-Qur’an kelak akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.
Setelah pembacaan Al-Matsurat petang yang dipimpin oleh Alfunnizam Khoiruzzidan, dilanjutkan dengan pembuatan takjil bersama, setiap kelompok dengan pendampingnya membuat takjil es untuk dibagikan ke sekitar. Para murid antusias untuk dapat membagikan dan menghabiskan es yang mereka buat. Melalui rute gang Pandean, Ngijo, mereka telah berhasil berbagi kepada warga sekitar.
Dalam kultum tarawih spesial di Masjid Salim pada 28 Februari 2026, Ustaz Solikhin Abu Izzudin, penulis buku From Zero to Hero, menyampaikan taujih tentang cara menjadi pemenang di bulan Ramadan dengan meneladani Imam Syafi'i. Ia menekankan pentingnya menjadi Muslim yang kreatif, antusias dalam menuntut ilmu, serta menjadikan ilmu sebagai jalan sukses melalui menyimak, mengamalkan, dan mengajarkannya. Menurutnya, Ramadan adalah sarana belajar, latihan menanggung beban, dan momentum melatih pengendalian nafsu. Adapun hasil dari kemenangan Ramadan adalah lahirnya pribadi bertakwa, mendapatkan ampunan Allah, meraih Lailatul Qadar sebagai keberkahan umur, meningkatnya ketaatan saat Idul Fitri, serta keberlanjutan amal di bulan Syawal.
Majelis Tahfidz pertama dimulai setelah tarawih. Para murid dengan sungguh-sungguh menghafalkan Al-Qur'an sesuai target yang ditentukan.
Keesokan harinya, pukul 03.00 pagi, para murid dibangunkan untuk salat qiyamullail berjamaah dan sahur bersama. Dilanjutkan salat subuh berjamaah dengan imam Ustaz Ibnu Khoirul dan kultum oleh Ustaz Muhamad Ridwan.
Majelis Tahfidz kedua berjalan dengan lancar hingga sesi penutupan. Peserta terbaik yang mencapai jumlah tilawah sebanyak 6 juz dari putri yaitu Zulema Aulia Arifa (kelas 9) dan peserta putra sebanyak 15 juz adalah Muhammad Hamzah Althaf. Kemudian apresiasi juga diberikan kepada Javas Alabiyyu Wibawa (kelas 7B) dan Haidar Sulthan Zahy (kelas 8) sebagai peserta yang datang paling awal.
Kata MABIT dalam bahasa Indonesia biasa diartikan sebagai Malam Bina Iman dan Takwa. Tetapi MABIT juga berasal dari bahasa Arab, المَبِيت (al-mabīt) berasal dari kata kerja باتَ – يَبيتُ yang berarti bermalam. المبيت adalah tinggal atau menetap pada malam hari di suatu tempat dengan sengaja, biasanya digunakan dalam konteks ibadah atau kegiatan tertentu. Diharapkan dengan adanya kegiatan pesantren Ramadan dan MABIT Quran ini dapat memupuk rasa cinta kita dalam bulan Ramadan dan membangun semangat beribadah di bulan penuh ampunan.
Kontributor: Intan Bintang Wijaya
Editor: Tim Humas SMP IT Mutiara Hati