Menginspirasi! Ketika Perkemahan Berubah Menjadi Madrasah Kehidupan
Semarang — Sebanyak 97 murid dan 13 guru pendamping mengikuti kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (PERJUSA) di Basecamp Gunung Ungaran via Perantunan, Kabupaten Semarang, pada Jumat–Sabtu, 28–29 Agustus 2026. Kegiatan ini memadukan kepramukaan, pembinaan keislaman, life skill, kreativitas, serta aktivitas alam untuk membentuk murid yang mandiri, tangguh, disiplin, dan berakhlak.
PERJUSA menjadi ruang belajar bagi murid untuk keluar dari zona nyaman. Melalui kegiatan kepramukaan, fun games, memasak, pengelolaan kebutuhan pribadi, hingga menjaga kebersihan lingkungan, murid dilatih untuk bertanggung jawab, bekerja sama, mengambil keputusan, serta memimpin diri dan kelompok.
Di tengah aktivitas alam terbuka, pembiasaan ibadah tetap menjadi bagian utama. Murid melaksanakan salat berjamaah, dzikir petang, tilawah, membaca Surah Al-Waqiah dan Al-Mulk, Bina Pribadi Islam, muhasabah, serta qiyamul lail. Rangkaian tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan ketakwaan sekaligus mengajak murid melihat kebesaran Allah melalui alam ciptaan-Nya.
Suasana semakin semarak melalui upacara api unggun dan pentas seni yang menjadi ruang untuk menampilkan kreativitas dan mempererat kebersamaan. Kegiatan kemudian mencapai puncaknya melalui outbond mendaki Puncak Gunung Ungaran, yang menguji ketahanan fisik, keberanian, kerja sama, dan semangat pantang menyerah.
Salah seorang murid bernama Nanindra Hayfa Adelina Saputro mengungkapkan kesannya selama mengikuti kegiatan.
“Acaranya seru banget! Karena melatih mental, skill, dan kerja sama tim. Paling seru ketika acara muncak, api unggun, dan materi yang disampaikan juga menginspirasi banget.” ungkapnya.
Murid lainnya bernama Raden Muhammad Islam, salah satu peserta terbaik putra menambahkan, “Acaranya menantang dan menarik banget, paling seru pas kegiatan muncak, mengolah lele dari hidup sampai bisa dimakan, dan upacara api unggun. Di sana kita juga dilatih jiwa korsa agar saling berempati dan tolong menolong antar sesama anggota tim.”
Lebih dari sekadar perkemahan, PERJUSA menjadi pengalaman pendidikan yang mengajarkan bahwa kemandirian, kepemimpinan, ketangguhan, dan ketakwaan perlu dilatih melalui pengalaman nyata.
Semoga pengalaman selama dua hari di Camp Perantunan tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi menjadi bekal bagi murid untuk tumbuh sebagai generasi yang beriman, mandiri, tangguh, berakhlak, dan siap memberikan manfaat bagi sesama.
Karena ketika alam menjadi madrasah, setiap langkah dapat menjadi pelajaran dan setiap tantangan dapat menjadi jalan untuk bertumbuh bersama.
Kontributor: Azzam Imaduddin Alhaq, Lc. (Guru Qur'an dan PAIBP)
Editor: Intan Bintang Wijaya, S.Pd. (Tim Humas SMPIT Mutiara Hati Semarang)