Berita Sekolah 06 Sep 2026 Intan Bintang Wijaya, S.Pd.

SMPIT Mutiara Hati Tuan Rumah IHT BOS Kinerja: Bergerak Bersama, Bertumbuh Seirama dalam Literasi dan Numerasi

SMPIT Mutiara Hati Tuan Rumah IHT BOS Kinerja: Bergerak Bersama, Bertumbuh Seirama dalam Literasi dan Numerasi

SEMARANG — Kegiatan In House Training telah dilaksanakan dengan bertuan rumah di SMPIT Mutiara Hati Semarang pada hari Sabtu, 5 September 2026. Dengan membawa tema "Penguatan Literasi dan Numerasi Satuan Pendidikan untuk Pembelajaran Berkualitas dan Mendalam", diharapkan dapat meningkatkan dan mendorong sekolah untuk dapat mengembangkan pengetahuan literasi dan numerasi bagi para murid.

Tak hanya SMPIT Mutiara Hati Semarang selaku tuan rumah, kegiatan ini diikuti pula oleh SMP Negeri 44 Semarang, SMP IT Bina Amal, dan SMP Hasanuddin 5 Kota Semarang. Kegiatan In House Training ini diadakan bagi sekolah yang mendapatkan bantuan BOS Kinerja oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sekolah yang mendapatkan bantuan BOS Kinerja atau biasa disebut BOS Kin inilah yang dinilai memiliki kinerja baik atau capaian prestasi yang membanggakan dalam mengoptimalkan mutu layanan pendidikan. 

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kota Semarang, Fajriah, S.Pd., M.Pd., selaku Subkoordinator Kurikulum dan Penilaian Sekolah Menengah Pertama, serta Masrikan, S.Pd., M.Si., selaku Pengawas Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Ibu Fajriah menegaskan bahwa sekolah negeri maupun swasta memiliki peluang yang sama untuk menjadi sekolah unggul, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi.

Pembicara pada kegiatan kali ini adalah Tukijo, S.Pd., M.Pd., seorang praktisi pendidikan yang memiliki perhatian dan pengalaman yang selaras dengan tema kegiatan. Beliau aktif sebagai Narapendamping Digitalisasi Pembelajaran Kemendikdasmen sekaligus Duta Teknologi Jawa Tengah.

Kegiatan ini mengusung jargon “Penguatan Literasi dan Numerasi: Membaca untuk Berpikir, Berhitung untuk Bertindak” yang menjadi napas utama kegiatan sekaligus mencerminkan tujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Dalam sesi tersebut, pembicara yang akrab disapa Pak Tukijo juga mengajak peserta melakukan brainstorming mengenai pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah, sekaligus merefleksikan sejauh mana kegiatan tersebut telah memberikan dampak terhadap proses pembelajaran.

"Tentu saja, semangat literasi dan numerasi ini tidak hanya dimiliki oleh para murid. Para guru juga perlu memiliki semangat yang sama, karena penguatan literasi dan numerasi harus dimulai dari lingkungan belajar dan para pendidiknya. Dengan demikian, bukan hanya kemampuan siswa yang berkembang, tetapi juga kualitas pembelajaran yang semakin baik," pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat sekolah untuk tidak sekadar mencetak capaian nilai yang semakin baik, tetapi juga memastikan bahwa ilmu yang diperoleh peserta didik dapat memberikan manfaat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Senada dengan semangat penguatan literasi dan numerasi, sekolah Islam Terpadu memandang bahwa budaya belajar dan pengembangan ilmu pengetahuan memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam. Hal ini tercermin dari wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ, yaitu perintah اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1, yang berarti “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.”

 Hal ini mengisyaratkan bahwa proses belajar, membaca, dan mengembangkan pengetahuan tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan, tapi harus senantiasa dilandasi nilai-nilai ketuhanan.

Dari ilmu yang dipelajari dengan bimbingan Allah, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya mampu membaca dan berhitung, tetapi juga mampu berpikir, bertindak, dan menghadirkan ilmu dalam bentuk kebermanfaatan yang lebih luas bagi kehidupan.

 

Kontributor: Intan Bintang Wijaya 

Editor: Intan Bintang Wijaya (Tim Humas SMPIT Mutiara Hati Semarang)