Temukan Cara Belajarmu, Mulai Langkahmu: Motivasi TKA Kelas 9
Semarang, 7 Agustus 2026 — Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), siswa kelas 9 SMPIT Mutiara Hati Semarang mendapatkan pembekalan motivasi melalui kegiatan Motivasi TKA yang menghadirkan Dinar Annasta Naja Mayra, finalis CoC Ruangguru 2024 dan founder GiziQu, sebagai pemateri pada Jumat (7/8).
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para murid untuk mempersiapkan diri menghadapi TKA, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari aspek mental, strategi belajar, dan kesiapan diri.
Dalam sesi motivasi, murid diajak memahami bahwa setiap orang memiliki garis start yang berbeda. Karena itu, tidak ada satu cara belajar yang mutlak paling benar dan cocok untuk semua orang. Hal terpenting adalah mengenali diri sendiri, menentukan prioritas, serta konsisten menjalankan strategi belajar yang sesuai.
“Belajar itu seperti memilih sepatu. Sepatu yang nyaman dipakai temanmu belum tentu nyaman dipakai olehmu,” menjadi salah satu analogi yang disampaikan. Pesan tersebut mengajak siswa untuk tidak sekadar mengikuti metode belajar orang lain, tetapi menemukan cara belajar yang membuat mereka mampu konsisten, fokus, dan benar-benar memahami materi.
Mengenali Gaya Belajar
Para murid juga diajak mengenali learning style atau gaya belajar masing-masing. Setidaknya terdapat empat gaya belajar yang diperkenalkan, yaitu:
1. Visual, belajar melalui gambar, warna, diagram, atau tampilan visual.
2. Kinesthetic, belajar melalui praktik dan aktivitas secara langsung.
3. Auditory, belajar melalui mendengarkan penjelasan, diskusi, atau membaca dengan suara.
4. Reading/Writing, belajar melalui aktivitas membaca dan menulis.
Dengan mengenali kecenderungan gaya belajar, murid diharapkan dapat memilih strategi yang lebih efektif dan sesuai dengan karakter masing-masing.
Smart Learning Strategies
Selain gaya belajar, murid mendapatkan beberapa strategi untuk meningkatkan efektivitas belajar. Strategi tersebut meliputi:
- Mengenali gaya belajar yang sesuai.
- Menentukan waktu belajar yang paling efektif.
- Memiliki kelompok belajar sebagai support system.
- Menjaga konsistensi dalam belajar.
Pesan yang ditekankan adalah bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh seberapa lama seseorang belajar, tetapi juga bagaimana ia belajar dan seberapa konsisten ia menjalankan proses tersebut.
Menjaga Keseimbangan
Persiapan TKA juga tidak cukup hanya dengan usaha akademik. Para murid diajak menjaga keseimbangan melalui tiga hal penting, yakni hubungan horizontal dengan sesama, hubungan vertikal dengan Sang Pencipta, serta usaha pribadi.
Ketiganya perlu berjalan beriringan. Murid perlu membangun hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarnya, mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus tetap berusaha secara sungguh-sungguh dalam proses belajar.
Melalui kegiatan ini, murid kelas 9 diharapkan semakin memahami bahwa setiap proses memiliki tahapannya masing-masing. Tidak perlu membandingkan perjalanan diri dengan orang lain. Yang terpenting adalah terus bergerak, memperbaiki diri, dan konsisten dengan langkah yang telah dipilih.
“Don’t just wait, step by step, starting today.”
Pesan tersebut menjadi penutup sekaligus pengingat khususnya bagi murid kelas 9 SMPIT Mutiara Hati Semarang bahwa persiapan menghadapi TKA tidak dimulai nanti, melainkan dimulai hari ini, sedikit demi sedikit, langkah demi langkah.
Kontributor: Alya Jazmina Putri (Kelas 9, Sekretaris Umum OSIS Spemti)
Editor: Intan Bintang Wijaya (Tim Humas SMPIT Mutiara Hati Semarang)