Tiga Ruang Belajar, Satu Bekal Masa Depan: SMPIT Mutiara Hati Jelajahi Hukum, Literasi, dan Budaya
SEMARANG — Murid kelas VII, VIII, dan IX SMPIT Mutiara Hati Semarang bersama para ustaz dan ustazah mengikuti rangkaian kunjungan edukatif pada Jumat (18/9) ke tiga tempat, yaitu Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Gramedia Jalma, dan Pameran MTQ Nasional. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan murid melalui pengalaman belajar langsung, sekaligus menumbuhkan kesadaran hukum, kecintaan terhadap literasi, serta apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Kunjungan diawali di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Para murid disambut oleh Arfan Triono, S.H., Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Pengumuman) Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Pada sesi pertama, Firmansyah, S.E., S.H. memberikan pemahaman mengenai tiga pilar peradilan, yaitu hakim, jaksa, dan advokat. Selanjutnya, Dr. Sekaring Dyah Ika, S.H., M.H. menyampaikan materi mengenai kenakalan remaja serta faktor internal dan eksternal yang dapat memengaruhi perilaku remaja. Materi ini memberikan bekal kepada murid untuk memahami pentingnya menjaga diri, mempertimbangkan setiap tindakan, dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil.
Perjalanan dilanjutkan ke Gramedia Jalma Pandanaran. Di sana, murid berinteraksi langsung dengan berbagai koleksi buku, membaca, serta memilih dan membeli buku yang mereka minati. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan terhadap literasi. Murid tidak hanya diajak memahami pentingnya membaca, tetapi juga diberi kesempatan untuk merasakan secara langsung pengalaman berada di lingkungan yang dekat dengan buku dan pengetahuan.
Destinasi terakhir adalah Pameran MTQ Nasional. Murid mengunjungi berbagai stan yang menampilkan kekhasan daerah di Indonesia, mulai dari makanan khas hingga kerajinan daerah. Untuk mengolah pengalaman tersebut menjadi karya, setiap kelompok juga membuat vlog selama kegiatan. Melalui aktivitas ini, murid tidak hanya mengamati, tetapi juga belajar memilih informasi, mendokumentasikan pengalaman, dan menyampaikannya kembali dalam bentuk karya.
Kepala SMPIT Mutiara Hati Semarang menyampaikan bahwa pengalaman belajar seperti ini penting sebagai bagian dari persiapan murid menghadapi masa depan. “Para murid SMPIT Mutiara Hati adalah generasi penerus. Karena itu, mereka perlu dibekali pengetahuan, pengalaman, dan karakter agar siap mengambil peran di tengah masyarakat,” ujar Muhamad Ridwan, S.Pd.,Gr.
Tidak luput dari perhatian dua orang peserta Outing Class, Junior dan Hasan, dua murid kelas VII B yang juga merupakan santri rumah tahfidz SMPIT Mutiara Hati Semarang. Mereka mengungkapkan bahwa petualangan Outing Class kali ini memberikan kesan, bisa mengunjungi banyak tempat dan menambah keilmuan di tengah padatnya kota Semarang, meskipun di beberapa sesi harus menyesuaikan dengan waktu yang ditentukan agar tidak pulang terlambat.
"Aku senang sekali bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat tentang kejaksaan. Dan pameran MTQ Nasional ternyata sangat ramai, banyak bazar dan makanan, sangat tidak menyangka seramai ini," tambah Junior.
Rangkaian kunjungan ini memberikan pengalaman belajar yang utuh: mengenal hukum untuk membangun kesadaran, mendekatkan diri dengan buku untuk menumbuhkan budaya literasi, serta mengenal kekayaan daerah untuk menghargai keberagaman Indonesia.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi murid untuk tumbuh sebagai generasi yang sadar hukum, mencintai literasi, berwawasan luas, menghargai keberagaman, dan bertanggung jawab dalam mengambil peran di tengah masyarakat.
Kontributor: Ani Nurtiasih, M.Pd., Gr. (Guru Bahasa Indonesia)
Editor: Intan Bintang Wijaya (Tim Humas SMPIT Mutiara Hati Semarang)